Daily Inspirations

Rabu, 13 Februari 2013

Mahasiswa Yang Ideal


Mahasiswa dalam peraturan pemerintah RI No.30 tahun 1990 adalah peserta didik yang terdaftar dan belajar di perguruan tinggi tertentu. Selanjutnya menurut Sarwono (1978) mahasiswa adalah setiap orang yang secara resmi terdaftar untuk mengikuti pelajaran di perguruan tinggi dengan batas usia sekitar 18-30 tahun.
Mahasiswa merupakan titel yang tidak mudah untuk didapatkan, untuk menjadi seorang mahasiswa harus melalui seleksi SNMPTN terlebih dahulu dan bersaing dengan ribuan orang. Oleh karena itu gelar mahasiswa merupakan symbol kemenangan. Mahasiswa memiliki gelar tertinggi diantara strata akademik yang lain, selain itu mahasiswa sudah bukan lagi siswa yang hanya focus dengan bidang akademik saja. Mahasiswa gelar intelektual yang sangat tinggi, “maha” kata yang hanya disandang oleh Tuhan, tapi apakah mahasiswa berarti Tuhan? Mahasiswa dengan gelar “maha” tersebut haruslah lebih bias mendengar keluhan masyarakat dan menyampaikan aspirasi masyarakat.
Banyak sekali gelar yang disandang oleh mahasiswa “agent of change”, “Director of change”, “calon peminpin bangsa”. Kenapa harus mahasiswa? Karena mahasiswa berada di strata tengah yang dapat membaur dengan strata atas dan strata bawah dimana masyarakat berada. Mahasiswa seharusnya tidak teralienasi dengan masyarakat yang membutuhkan penyalur aspirasi. Selain itu mahasiswa juga memiliki intelektual yang paling tinggi tidak seharusnya mahasiswa menggunakan intelektualismenya hanya bidang akademik. Peristiwa aksi 1965 dan reformasi tahun 1998 yang berhasil menumbangkan rezim Soeharto dan masih banyak aksi perubahan yang dimotori oleh mahasiswa. Mahasiswa muncul sebagai pahlawan yang independent yang berdasarkan aspirasi rakyat, tidak hanya itu mahassiwa sebagai pilar demokrasi untuk menyuarakan pendapat-pendapatnya.
Mahasiswa haruslah dapat mengaplikasikan ke-intelektualanya dalam berbagai bidang diantara adalah:
1.      Bidang Akademik
Sudah menjadi sebuah kewajaran mahasiswa focus dalam bidang akademik. Mahasiswa mempunyai capaian untuk lulus menjadi sarjana. Tugas utama sebagai mahasiswa dalam bidang akademik adalah belajar. Mahasiswa merupakan insan yang memiliki keunggulan intelektual. Fungsi sosial dan politik yang saat ini menjadi idealisme mahasiswa tak akan kokoh tanpa prestasi akademik. Karena kultur akademiklah yang akan menghilangkan kebodohan rakyat dan menjadi kunci pintu dalam mencerdaskan bangsa. Dengan prestasi akademiklah bangsa ini akan diakui oleh dunia sebagai bangsa yang besar dan tangguh. Dan dengan prestasi akademiklah perkembangan teknologi tercipta.Pengetahuan atau prestasi akademik tak akan bermakna tanpa moral atau akhlak yang mulia. Apalah gunanya pengetahuan yang luas jika pribadi kita sempit, egois, dan jauh dari etika moral yang mulia. Adalah kewajiban kita membuktikan karakteristik ilmu padi. Semakin tumbuh tinggi, semakin merunduk. Semakin tinggi pengetahuan semakin rendah hati dan menjadi teladan bagi masyarakat baik dalam segi pemikiran maupun tindakan. Pribadi yang jujur, disiplin, dermawan, dan egaliter adalah sebagian akhlak mulia yang wajib dimiliki oleh duta masyarakat (mahasiswa). Jangan berbicara memperbaiki bangsa dan negara jikalau memperbaiki pribadi pun tidak mau.
2.      Bidang Organisasi
Mahasiswa tidak hanya berkutat dalam bidang akademik saja untuk mendapatkan ilmu dan mengembangkan diri. Apalagi ilmu softskill. Mahasiswa mendapatkan ilmu tersebut dari kegiatan organisasi yang diikuti di kampus. Dalam bidang organisasi banyak hal yang bias didapatkan yaitu ilmu kepemimpinan, bagaimana bekerja sama dalam sebuah tim? Bekerja sama dalam tim tidak hanya bias didapatkan dalam perkuliahan dengan kerja kelompok, namun pembelajaran itu dapat lebih dipeljari dan dapat sekaligus diaplikasikan dalam organisasi. Kepercayaan diri, pengembangan bakat juga dapat diperoleh dari organisasi. Organisasi merupakan sebuah latihan untuk terjun kedalam masyarakat yang sebenarnya. Karena di dalam organisasi banyak individu yang memiliki sifat dan kepentingan yang bervariasi, sehingga seringkali terdapat gesekan kepentingan antar individu yang menyebabkan kesalahpahaman. Bidang akademikpun tidak terlepas dari organisasi, organisasi merupakan sarana aplikasi ilmu di kuliah.
3.      Bidang Sosial
Mahasiswa merupakan bagian dari rakyat. Mahasiswa memiliki idealisme sendiri mengenai kehidupan. Oleh karena itu mahasiswa dapat memperjuangkan kebijakan pemerintah yang dirasa merugikan masyarakat. Selain itu mahasiswa juga harus turun langsung dalam masyarakat, mahasiswa tidak hanya melakukan aksi dengan teriak-teriak tanpa melakukan aksi nyata yang berdampak langsung kepada masyarakat. Jadi pada intinya mahasiswa harusnya melakukan aksi social yang dapat dirasakan oleh masyarakat, agar masyarakat tidak memandang sebelah mata aksi yang telah dilakukan oleh mahasiswa.
Mahasiswa memiliki potensi yang sangat banyak yang terkadang tidak disadarinya atau malah disadari namun tidak peduli dengan potensi tersebut. Mahasiswa memiliki pemikiran yang sedang bearada dalam dalam fase yang ideal mahasiswa berada dalam umur yang sangat fit untuk berpikir tidak seperti bayi yang lemah dalam berpikir atau orang tua yang sudah pikun. Oleh karena itu jangan sia-siakan fase ini. Mahasiswa haruslah menggunakan fase ini dengan sebaik-baiknya dengan memikirkan bangsa saat ini.
Mahasiswa merupakan tenaga ahli karena mahasiswa mahasiswa hanya mempelajari satu ilmu saja,sehingga mahasiswa ahli dalam bidang tersebut. Mahasiswa sebagai tenaga professional yang memiliki strata intelektual paling tinggi.
Mahasiswa memiliki potensi spiritual yang mapan, mahasiswa melakukan aksi untuk rakyat dengan hati yang ikhlas. Mahasiswa memiliki fisik yang sangat kuat sehingga menunjang pemikirannya untuk dapat di aplikasikan dengan mudah. Mahasiswa memiliki wawasan intelektual yang sudah sangat cukup untuk mulai memikirkan mana yang baik dan mana yang buruk. Mahasiswa memiliki emosional dalam fase yang matang.
Mahasiswa memiliki 3 peran, yaitu:
a.     Agent Of Change
Mahasiswa merupakan agen perubahan. Mahasiswa memiliki pemikiran dan idealism tersendiri, sebagai pengkritik kebijakan pemerintah yang dirasa tidak pro rakyat dan merugikan bangsa sendiri. Peristiwa-peristiwa pergerakan banyak yang dimotori oleh mahasiswa.
b.     Social Control
Mahsiswa sebagai control social masyarakat. Dalam piramida struktur sosial, mahasiswa merupakan kelompok yang dalam struktur sosial masyarakat berada dalam kelas menengah. mereka mudah untuk  berinteraksi dengan masyarakat kelas bawah dan memiliki kemudahan akses serta kemungkinan mobilitas vertikal ke kelompok atas. oleh karena itulah mahasiswa seringkali dianggap sebagai jembatan nurani masyarakat banyak yang mampu mewakili aspirasi masyarakat.
c.     Iron Stock
Mahasiswa sebagai penerus bangsa. Peran mahasiswa ini merupakan lanjutan dari peran mahasiswa terdahulu yaitu agent of change. Mahasiswa itu merupakan aset, cadangan, harapan bangsa untuk masa depan. Tak dapat dipungkiri bahwa seluruh organisasi yang ada akan bersifat mengalir, yaitu ditandai dengan pergantian kekuasaan dari golongan tua ke golongan muda, oleh karena itu kaderisasi harus dilakukan terus-menerus. Dunia kampus dan kemahasiswaannya merupakan momentum kaderisasi yang sangat sayang bila tidak dimanfaatkan bagi mereka yang memiliki kesempatan.
Pemuda yang sebagian besar adalah mahasiswa berperan dalam merubah tatanan politik dan pemerintahan negara ini menuju arah perbaikan. Kasus unjuk rasa Trisaksi, Semanggi, dan Kuningan adalah gambaran konkrit dari perjuangan politik mahasiswa dalam memperbaiki nasib rakyat dan bangsa ini. Harta, waktu, dan jiwa mereka korbankan demi kepentingan dan kesejahteraan masyarakat. Di pundak mereka lah terletak tanggung jawab yang berat dan mulia untuk melakukan perubahan yang berpihak pada kepentingan rakyat. Pantaslah jikalau mahasiswa disebut sebagai pemuda harapan bangsa yang mengemban amanah dalam memperjuangkan hak-hak rakyat.
Seorang mahasiswa harus mengerahkan potensinya untuk menyokong dan mempropagandakan nilai-nilai kebaikan. Mahasiswa tentunya akan berada di garis terdepan untuk membela, memperjuangkan, dan menyerukan nilai-nilai akhlakul karimah. Seorang mahasiswa tidak layak hanya berpangku tangan dan bermalas-malasan di tengah kemunduran rakyat yang sangat memprihatinkan ini. Seorang mahasiswa jangan sampai menjadi penghalang kemajuan bangsa dan perjuangan menuju kebangkitan Indonesia.
Mahasiswa yang ideal adalah mahasiswa yang dapat menyelaraskan peran dan potensinya dalam kehidupan. Mahasiswa tidak selayaknya hanya memikirkan dirinya sendiri atau kesenangan pribadi dengan hidup hedonism. Mahasiswa merupakan penerus bangsa, itu jelasakan terjadi bagaimanapun sifat dan watak mahasiswa tersebut. Apakah kita akan seperti pemimpin sekarang yang sering korupsi dan moral yang tidak baik. Kita bias merubahnya ketika kita menjadi mahasiswa, jangan sampai idealisme kita pada saat menjadi mahasiswa hancur ketika akhirnya kita sama saja dengan orang-orang yang duduk di pemerintahan yang saat ini kita kritisi.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar